Selasa, 18 November 2014

Panah-Panah Kematian

Panah-Panah Kematian



بِسْــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِِ 
Ketika Khalifah Harun Ar-Rasyid meminta nasihat ringkas, Abul ‘Atahiyah menasihatinya dalam beberapa untaian bait syair yang menghujam,

لَا تَأْمَنِ الْمَوْتَ فِيْ طَرْفٍ وَلَا نَفَسٍ
“Janganlah merasa aman dari kematian dalam sekejap maupun senafas.

وَلَوْ تَمَنَّعْتَ بِالْحِجَابِ وَالْحَرَسِ
Walaupun engkau berlindung dengan tirai dan para pengawal.

وَاعْلَمْ بَأَنَّ سِهَامَ الْمَوْتِ قَاصِدَةٌ
Ketahuilah bahwa panah-panah kematian selalu membidik!

لِكُلِّ مَدَرَّعٍ مِنَّا وَمُتَرَّسِ
Setiap dari kita, yang berbaju besi maupun yang berperisai.

تَرْجُو النَّجَاةَ وَلَمْ تَسْلُكْ مَسَالِكَهَا
Engkau menghendaki keselamatan, sedang engkau tidak menempuh jalan-jalannya.

إِنَّ السَّفِيْنَةَ لَا تَجْرِيْ عَلَى الْيَبَسِ
Sesungguhnya perahu tidak akan berjalan di atas daratan kering.”

[Raudhatul ‘Uqalâ` karya Ibnu Hibban hal. 285]


Sumber : BB Kajian Islam

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda