ADAB-ADAB SYARโI KETIKA SAKIT
ADAB-ADAB SYARโI KETIKA SAKIT
Adab-adab Syarโi ketika Sakit
ditulis oleh: Al-Ustadz Abul โAbbas Muhammad Ihsan hafizhahullah
Di antara bukti kesempurnaan Islam, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam menuntunkan adab-adab yang baik ketika seorang hamba tertimpa sakit. Sehingga, dalam keadaan sakit sekalipun, seorang muslim masih bisa mewujudkan penghambaan diri kepada Allah Subhanahu wa Taโala. Di antara adab-adab tersebut adalah:
Sabar dan ridha atas ketentuan Allah Subhanahu wa Taโala, serta berbaik sangka kepada-Nya.
Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ุนูุฌูุจูุง ููุฃูู
ูุฑู ุงููู
ูุคูู
ูููุ ุฅูููู ุฃูู
ูุฑููู ููููููู ูููู ุฎูููุฑู ููููููุณู ุฐูุงูู ููุฃูุญูุฏู ุฅููุงูู ููููู
ูุคูู
ูููุ ุฅููู ุฃูุตูุงุจูุชููู ุณูุฑููุงุกู ุดูููุฑู ููููุงูู ุฎูููุฑู ููููุ ููุฅูุฐูุง ุฃูุตูุงุจูุชููู ุถูุฑููุงุกู ุตูุจูุฑู ููููุงูู ุฎูููุฑู ูููู
โSungguh menakjubkan urusan orang yang beriman. Sesungguhnya semua urusannya baik baginya, dan sikap ini tidak dimiliki kecuali oleh orang yang mukmin. Apabila kelapangan hidup dia dapatkan, dia bersyukur, maka hal itu kebaikan baginya. Apabila kesempitan hidup menimpanya, dia bersabar, maka hal itu juga baik baginya.โ (HR. Muslim)
Dari Jabir radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ูุงู ููู
ููุชูููู ุฃูุญูุฏูููู
ู ุฅููุงูู ูููููู ููุญูุณููู ุงูุธููููู ุจูุงูููู ุชูุนูุงููู
โJanganlah salah seorang di antara kalian itu mati, kecuali dalam keadaan dia berbaik sangka kepada Allah subhanahu wataโala.โ (HR. Muslim)
Berobat dengan cara-cara yang sunnah atau mubah dan tidak bertentangan dengan syariat.
Diriwayatkan dari Abud Darda` radhiyallahu anhu secara marfuโ:
ุฅูููู ุงูููู ุฎููููู ุงูุฏููุงุกู ููุงูุฏููููุงุกู ููุชูุฏูุงููููุง ูููุงู ุชูุฏูุงููููุง ุจูุญูุฑูุงู
ู
โSesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya. Maka berobatlah kalian, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram.โ (HR. Ad-Daulabi. Asy-Syaikh Al-Albani menyatakan sanad hadits ini hasan. Lihat Ash-Shahihah no. 1633)
Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ู
ูุง ุฃูููุฒููู ุงูููู ู
ููู ุฏูุงุกู ุฅููุงูู ุฃูููุฒููู ูููู ุดูููุงุกูุ ุนูููู
ููู ู
ููู ุนูููู
ููู ููุฌููููููู ู
ููู ุฌููููููู
โTidaklah Allah menurunkan satu penyakit pun melainkan Allah turunkan pula obat baginya. Telah mengetahui orang-orang yang tahu, dan orang yang tidak tahu tidak akan mengetahuinya.โ (HR. Al-Bukhari. Diriwayatkan juga oleh Al-Imam Muslim dari Jabir)
Di antara bentuk pengobatan yang sunnah adalah:
a. 
Madu dan berbekam

Madu dan berbekam
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ุงูุดููููุงุกู ููู ุซูููุงุซูุฉู: ุดูุฑูุจูุฉู ุนูุณูููุ ููุดูุฑูุทูุฉู ู
ูุญูุฌููู
ูุ ูููููููุฉู ููุงุฑูุ ููุฃูููุง ุฃูููููู ุนููู ุงููููููู โููููู ุฑูููุงููุฉู: ูููุงู ุฃูุญูุจูู ุฃููู ุฃูููุชูููู
โObat itu ada pada tiga hal: minum madu, goresan bekam, dan kay dengan api, namun aku melarang kay.โ (HR. Al-Bukhari)
Dalam riwayat lain: โAku tidak senang berobat dengan kay.โ
b.
Al-Habbatus sauda` (jintan hitam)
Al-Habbatus sauda` (jintan hitam)
Dari Usamah bin Syarik radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ุงููุญูุจููุฉู ุงูุณููููุฏูุงุกู ุดูููุงุกู ู
ููู ููููู ุฏูุงุกู ุฅููุงู ุงูุณููุงู
ู
โAl-Habbatus Sauda` (jintan hitam) adalah obat untuk segala penyakit, kecuali kematian.โ (HR. Ath-Thabarani. Dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah bahwa sanadnya hasan, dan hadits ini punya banyak syawahid/pendukung)
c.
Kurma โajwah
Kurma โajwah
Dari Aisyah radhiyallahu anha, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam:
ููู ุนูุฌูููุฉู ุงููุนูุงููููุฉู ุฃูููููู ุงููุจูููุฑูุฉู ุนูููู ุฑููููู ุงููููููุณู ุดูููุงุกู ู
ููู ููููู ุณูุญูุฑู ุฃููู ุณูู
ูู
โPada kurma โajwah โAliyah yang dimakan pada awal pagi (sebelum makan yang lain) adalah obat bagi semua sihir atau racun.โ (HR. Ahmad. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah menyatakan hadits ini sanadnya jayyid (bagus). Lihat Ash-Shahihah no. 2000)
d.
Ruqyah
Ruqyah
Yaitu membacakan surat atau ayat-ayat Al-Qurโan atau doa-doa yang tidak mengandung kesyirikan, kepada orang yang sakit. Bisa dilakukan sendiri maupun oleh orang lain.
Allah subhanahu wataโala berfirman:
โDan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.โ (Al-Isra`: 82)
Asy-Syaikh As-Saโdi rahimahullah dalam tafsirnya berkata: โAl-Qur`an itu mengandung syifa` (obat) dan rahmat. Namun kandungan tersebut tidak berlaku untuk setiap orang, hanya bagi orang yang beriman dengannya, yang membenarkan ayat-ayat-Nya, dan mengilmuinya.
Adapun orang-orang yang zalim, yang tidak membenarkannya atau tidak beramal dengannya, maka Al-Qur`an tidak akan menambahkan kepada mereka kecuali kerugian. Dan dengan Al-Qur`an berarti telah tegak hujjah atas mereka.โ
Obat (syifa`) yang terkandung dalam Al-Qur`an bersifat umum. Bagi hati/ jiwa, Al-Qur`an adalah obat dari penyakit syubhat, kejahilan, pemikiran yang rusak, penyimpangan, dan niat yang jelek. Sedangkan bagi jasmani, dia merupakan obat dari berbagai sakit dan penyakit.
Dari Abu Abdillah Utsman bin Abil โAsh radhiyallahu anhu:
ุฃูููููู ุดูููุง ุฅูููู ุฑูุณูููู ุงูููู n ููุฌูุนูุง ููุฌูุฏู ููู ุฌูุณูุฏูููุ ููููุงูู ูููู ุฑูุณูููู ุงูููู n: ุถูุนู ููุฏููู ุนูููู ุงูููุฐูู ููุฃูููู
ู ู
ููู ุฌูุณูุฏููู ูููููู: ุจูุณูู
ู ุงูููู -ุซูููุงุซูุง-ุ ูููููู ุณูุจูุนู ู
ูุฑููุงุชู: ุฃูุนููุฐู ุจูุนูุฒููุฉู ุงูููู ููููุฏูุฑูุชููู ู
ููู ุดูุฑูู ู
ูุง ุฃูุฌูุฏู ููุฃูุญูุงุฐูุฑู
Dia mengadukan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang rasa sakit yang ada pada dirinya. Rasulullah shallallahu alaihi wasalla berkata kepadanya: โLetakkanlah tanganmu di atas tempat yang sakit dari tubuhmu, lalu bacalah: ุจูุณูู
ู ุงูููู (tiga kali), kemudian bacalah tujuh kali:
ุฃูุนููุฐู ุจูุนูุฒููุฉู ุงูููู ููููุฏูุฑูุชููู ู
ููู ุดูุฑูู ู
ูุง ุฃูุฌูุฏู ููุฃูุญูุงุฐูุฑู
โAku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya, dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkanโ.โ (HR. Muslim)
Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam menjenguk sebagian keluarganya (yang sakit) lalu beliau mengusap dengan tangan kanannya sambil membaca:
ุงููููููู
ูู ุฑูุจูู ุงููููุงุณู ุฃูุฐูููุจู ุงููุจูุฃูุณูุ ุงุดูููุ ุฃูููุชู ุงูุดููุงููู ูุงู ุดูููุงุกู ุฅููุงูู ุดูููุงุกูููุ ุดูููุงุกู ูุงู ููุบูุงุฏูุฑู ุณูููู
ูุง
โYa Allah, Rabb seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkau adalah Dzat yang Maha Menyembuhkan. (Maka) tidak ada obat (yang menyembuhkan) kecuali obatmu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.โ (Muttafaqun โalaih)
Atau berobat dengan cara-cara yang mubah, misalkan berobat ke dokter atau orang lain yang memiliki keahlian dalam pengobatan seperti ramuan, refleksi, akupunktur, dan sebagainya.
Adapun berobat kepada tukang sihir atau dukun, atau dengan cara-cara perdukunan semacam mantera yang mengandung unsur syirik, atau rajah-rajah yang tidak diketahui maknanya, maka haram hukumnya, dan bisa menyebabkan seseorang keluar (murtad) dari Islam.
Dari Muโawiyah ibnul Hakam radhiyallahu anhu, dia berkata: Aku berkata:
ููุง ุฑูุณูููู ุงููููุ ุฅููููู ุญูุฏููุซู ุนูููุฏู ุจูุงููุฌูุงูููููููุฉู ููููุฏู ุฌูุงุกู ุงูููู ุชูุนูุงููู ุจูุงููุฅูุณููุงูู
ู ููู
ููููุง ุฑูุฌูุงููุง ููุฃูุชูููู ุงูููููููุงูู. ููุงูู: ูููุงู ุชูุฃูุชูููู
ู
โWahai Rasulullah, aku baru saja meninggalkan masa jahiliah. Dan sungguh Allah telah mendatangkan Islam. Di antara kami ada orang-orang yang mendatangi para dukun.โ Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: โJanganlah engkau mendatangi mereka (para dukun).โ (HR. Muslim)
Dari Shafiyyah bintu Abi โUbaid, dari sebagian istri Nabi shallallahu alaihi wasallam, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ู
ููู ุฃูุชูู ุนูุฑููุงููุง ููุณูุฃููููู ุนููู ุดูููุกู ููุตูุฏูููููู ููู
ู ุชูููุจููู ูููู ุตููุงูุฉู ุฃูุฑูุจูุนูููู ููููู
ูุง
โBarangsiapa mendatangi peramal, kemudian dia bertanya kepadanya tentang sesuatu lalu dia membenarkannya, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari.โ (HR. Muslim)
Bila sakitnya bertambah parah atau tidak kunjung sembuh, tidak diperbolehkan mengharapkan kematian.
Dari Anas radhiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda:
ูุงู ููุชูู
ููููููููู ุฃูุญูุฏูููู
ู ุงููู
ูููุชู ููุถูุฑูู ุฃูุตูุงุจูููุ ููุฅููู ููุงูู ูุงู ุจูุฏูู ููุงุนูููุง ูููููููููู: ุงููููููู
ูู ุฃูุญูููููู ู
ูุง ููุงููุชู ุงููุญูููุงุฉู ุฎูููุฑูุง ููู ููุชููููููููู ุฅูุฐูุง ููุงููุชู ุงููููููุงุฉู ุฎูููุฑุงู ููู
โJanganlah salah seorang kalian mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya. Apabila memang harus melakukannya, maka hendaknya dia berdoa:
ุงููููููู
ูู ุฃูุญูููููู ู
ูุง ููุงููุชู ุงููุญูููุงุฉู ุฎูููุฑูุง ููู ููุชููููููููู ุฅูุฐูุง ููุงููุชู ุงููููููุงุฉู ุฎูููุฑุงู ููู
โYa Allah, hidupkanlah aku bila kehidupan itu adalah kebaikan bagiku dan wafatkanlah aku bila kematian itu adalah kebaikan bagikuโ.โ (Muttafaqun โalaih)
Apabila dirinya mempunyai kewajiban (seperti hutang, pinjaman, dll), atau amanah yang belum dia tunaikan, atau kezaliman terhadap hak orang lain yang dia lakukan, hendaknya dia bersegera menyelesaikannya dengan yang bersangkutan, bila memungkinkan.
Bila tidak memungkinkan, karena jauh tempatnya, atau belum ada kemampuan, atau sebab lainnya, hendaknya dia berwasiat (kepada ahli warisnya) dalam perkara tersebut.
Allah subhanahu wa taโala berfirman:
โDan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.โ (Al-Mu`minun: 8)
Dari Abu Huraiah radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alihi wasallam, beliau bersabda:
ู
ููู ููุงููุชู ุนูููุฏููู ู
ูุธูููู
ูุฉู ููุฃูุฎููููู ู
ููู ุนูุฑูุถููู ุฃููู ู
ููู ุดูููุกู ููููููุชูุญูููููููู ู
ููููู ุงููููููู
ู ููุจููู ุฃููู ูุงู ููููููู ุฏูููููุงุฑู ููุฏูุฑูููู
ูุ ุฅููู ููุงูู ูููู ุนูู
ููู ุตูุงููุญู ุฃูุฎูุฐู ู
ููููู ุจูููุฏูุฑู ู
ูุธูููู
ูุชูููุ ููุฅููู ููู
ู ูููููู ูููู ุญูุณูููุงุชู ุฃูุฎูุฐู ู
ููู ุณููููุฆูุงุชู ุตูุงุญูุจููู ููุญูู
ููู ุนููููููู
โBarangsiapa berbuat kezaliman terhadap saudaranya, baik pada harga dirinya atau sesuatu yang lain, hendaknya dia minta agar saudaranya itu menghalalkannya (memaafkannya) pada hari ini, sebelum (datangnya hari) yang tidak ada dinar maupun dirham. Apabila dia memiliki amal shalih, akan diambil darinya sesuai kadar kezalimannya (lalu diberikan kepada yang dizaliminya). Apabila dia tidak memiliki kebaikan-kebaikan, akan diambil dari kejelekan orang yang dizalimi lalu dipikulkan kepadanya.โ (HR. Al-Bukhari)
Dari Jabir radhiyallahu anhu, dia berkata:
ููู
ููุง ุญูุถูุฑู ุฃูุญูุฏู ุฏูุนูุงููู ุฃูุจูู ู
ููู ุงูููููููู ููููุงูู: ู
ุงู ุฃูุฑูุงููู ุฅููุงูู ู
ูููุชูููุงู ููู ุฃูููููู ู
ููู ููููุชููู ู
ููู ุฃูุตูุญูุงุจู ุงููููุจูููู n ููุฅููููู ูุงู ุฃูุชูุฑููู ุจูุนูุฏูู ุฃูุนูุฒูู ุนูููููู ู
ููููู ุบูููุฑู ููููุณู ุฑูุณูููู ุงูููู n ููุฅูููู ุนูููููู ุฏูููููุง ููุงููุถู ููุงุณูุชูููุตู ุจูุฅูุฎูููุชููู ุฎูููุฑูุง. ููุฃูุตูุจูุญูููุง ููููุงูู ุฃูููููู ููุชูููู
โSebelum terjadi perang Uhud, ayahku memanggilku pada malam harinya. Dia berkata: โTidak aku kira kecuali aku akan terbunuh pada golongan yang pertama terbunuh di antara para sahabat Rasulullah alaihi shallatu wa sallam. Dan sesungguhnya aku tidak meninggalkan setelahku orang yang lebih mulia darimu, kecuali Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sesungguhnya aku mempunyai hutang maka tunaikanlah. Nasihatilah saudara-saudaramu dengan baik.โ Tatkala masuk pagi hari, dia termasuk orang yang pertama terbunuh.โ (HR. Al-Bukhari)
Disyariatkan segera menulis wasiat dengan saksi dua orang lelaki muslim yang adil. Bila tidak didapatkan karena safar, boleh dengan saksi dua orang ahli kitab yang adil.
Allah subhanahu wa taโala berfirman:
โHai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu, jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian.โ (Al-Ma`idah: 106)
Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau berkata:
ู
ูุง ุญูููู ุงู
ูุฑูุคู ู
ูุณูููู
ู ููุจูููุชู ููููููุชููููู ูููููู ุดูููุกู ููุฑููุฏู ุฃููู ูููุตููู ููููู ุฅููุงูู ููููุตููููุชููู ุนูููุฏู ุฑูุฃูุณููู. ููููุงูู ุงุจููู ุนูู
ูุฑู c: ู
ูุง ู
ูุฑููุชู ุนูููููู ููููููุฉู ู
ูููุฐู ุณูู
ูุนูุชู ุฑูุณูููู ุงูููู n ููุงูู ุฐููููู ุฅููุงูู ููุนูููุฏูู ููุตููููุชูู
โTidak berhak seorang muslim melalui dua malam dalam keadaan dia memiliki sesuatu yang ingin dia wasiatkan kecuali wasiatnya berada di sisinya.โ
Dan Ibnu Umar radhiyallahu anhu berkata: โTidaklah berlalu atasku satu malam pun semenjak aku mendengar Rasulullah alaihi shallatu wa sallam berkata demikian, kecuali di sisiku ada wasiatku.โ (Muttafaqun โalaih)
Ibnu Abdil Bar rahimahullah berkata (At-Tamhid, 14/292): โPara ulama bersepakat bahwa wasiat itu bukan wajib, kecuali bagi orang yang memiliki tanggungan-tanggungan yang tanpa bukti, atau dia memiliki amanah yang tanpa saksi. Apabila demikian, dia wajib berwasiat. Tidak boleh dia melalui dua malam pun kecuali sungguh telah mempersaksikan hal itu.
Diperbolehkan baginya mewasiatkan sebagian harta yang ditinggalkan, maksimal sepertiganya. Tidak boleh lebih dari itu.
Bahkan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata: โAku senang bahwa orang mengurangi dari jumlah 1/3 menjadi ยผ dalam hal wasiat. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: โSepertiga itu banyakโ.โ (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Muslim dan Al-Baihaqi)
Wasiat tersebut tidak boleh untuk ahli waris yang berhak mendapatkan warisan, kecuali dengan kerelaan dari seluruh ahli waris lainnya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ุฅูููู ุงูููู ููุฏู ุฃูุนูุทูู ููููู ุฐูู ุญูููู ุญูููููู ูููุงู ููุตููููุฉู ููููุงุฑูุซู
โSesungguhnya Allah telah memberi setiap yang memiliki hak akan haknya, maka tidak ada wasiat untuk ahli waris.โ (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa`)
Ibnu Mundzir rahimahullah berkata (Al-Ijmaโ hal. 100): โPara ulama sepakat bahwa tidak ada wasiat untuk ahli waris kecuali para ahli waris (yang lain) memperbolehkannya.โ
Ibnu Katsir rahimahullah berkata (Tafsir Al-Qur`anil โAzhim, 1/471): โKetika wasiat itu adalah rekayasa dan jalan untuk memberi tambahan kepada sebagian ahli waris, serta mengurangi dari sebagian mereka, maka wasiat itu haram hukumnya, berdasarkan ijmaโ dan dengan Al-Qur`an:
โ(Wasiat itu) tidak memberi mudarat (kepada sebagian pihak). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.โ (Al-Ma`idah: 12)
Adapun wasiat yang bertentangan dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah, maka wasiat tersebut batil dan tidak boleh dilaksanakan.
Dari Aisyah radhiyallahu anha, dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ู
ููู ุฃูุญูุฏูุซู ููู ุฃูู
ูุฑูููุง ููุฐูุง ู
ูุง ููููุณู ู
ููููู ูููููู ุฑูุฏูู
โBarangsiapa yang mengada-adakan perkara baru pada urusan (agama) ku ini apa yang tidak berasal darinya, maka hal itu tertolak.โ (Muttafaqun โalaih)
diposting oleh Irdhina @ 04.07
0 Komentar

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda