Kamis, 12 Februari 2015

ADAB-ADAB SYARโ€™I KETIKA SAKIT

ADAB-ADAB SYARโ€™I KETIKA SAKIT


Adab-adab Syarโ€™i ketika Sakit
๐Ÿ“ditulis oleh: Al-Ustadz Abul โ€˜Abbas Muhammad Ihsan hafizhahullah
๐Ÿ’ซDi antara bukti kesempurnaan Islam, Rasulullah  Shalallahu alaihi wasallam menuntunkan adab-adab yang baik ketika seorang hamba tertimpa sakit. Sehingga, dalam keadaan sakit sekalipun, seorang muslim masih bisa mewujudkan penghambaan diri kepada Allah Subhanahu wa Taโ€™ala. Di antara adab-adab tersebut adalah:
1โƒฃ Sabar dan ridha atas ketentuan Allah Subhanahu wa Taโ€™ala, serta berbaik sangka kepada-Nya.
๐Ÿ“„Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ุนูŽุฌูŽุจู‹ุง ู„ูุฃูŽู…ู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูุŒ ุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽู…ู’ุฑูŽู‡ู ูƒูู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุฐูŽุงูƒูŽ ู„ูุฃูŽุญูŽุฏู ุฅูู„ุงูŽู‘ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูุŒ ุฅูู†ู’ ุฃูŽุตูŽุงุจูŽุชู’ู‡ู ุณูŽุฑูŽู‘ุงุกู ุดูŽูƒูŽุฑูŽ ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽุชู’ู‡ู ุถูŽุฑูŽู‘ุงุกู ุตูŽุจูŽุฑูŽ ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽู‡ู
โ€œSungguh menakjubkan urusan orang yang beriman. Sesungguhnya semua urusannya baik baginya, dan sikap ini tidak dimiliki kecuali oleh orang yang mukmin. Apabila kelapangan hidup dia dapatkan, dia bersyukur, maka hal itu kebaikan baginya. Apabila kesempitan hidup menimpanya, dia bersabar, maka hal itu juga baik baginya.โ€ (HR. Muslim)
๐Ÿ“„Dari Jabir radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ู„ุงูŽ ูŠูŽู…ููˆุชูŽู†ูŽู‘ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฅูู„ุงูŽู‘ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูุญู’ุณูู†ู ุงู„ุธูŽู‘ู†ูŽู‘ ุจูุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰
โ€œJanganlah salah seorang di antara kalian itu mati, kecuali dalam keadaan dia berbaik sangka kepada Allah subhanahu wataโ€™ala.โ€ (HR. Muslim)

2โƒฃ Berobat dengan cara-cara yang sunnah atau mubah dan tidak bertentangan dengan syariat.
๐Ÿ“„Diriwayatkan dari Abud Darda` radhiyallahu anhu secara marfuโ€™:
ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ุฏูŽู‘ุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุฏูŽู‘ูˆูŽุงุกูŽ ููŽุชูŽุฏูŽุงูˆูŽูˆู’ุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฏูŽุงูˆูŽูˆู’ุง ุจูุญูŽุฑูŽุงู…ู
โ€œSesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya. Maka berobatlah kalian, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram.โ€ (HR. Ad-Daulabi. Asy-Syaikh Al-Albani menyatakan sanad hadits ini hasan. Lihat Ash-Shahihah no. 1633)
๐Ÿ“„Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฏูŽุงุกู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุดูููŽุงุกู‹ุŒ ุนูŽู„ูู…ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู„ูู…ูŽู‡ู ูˆูŽุฌูŽู‡ูู„ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุฌูŽู‡ูู„ูŽู‡ู
โ€œTidaklah Allah menurunkan satu penyakit pun melainkan Allah turunkan pula obat baginya. Telah mengetahui orang-orang yang tahu, dan orang yang tidak tahu tidak akan mengetahuinya.โ€ (HR. Al-Bukhari. Diriwayatkan juga oleh Al-Imam Muslim dari Jabir)
๐Ÿ’ŠDi antara bentuk pengobatan yang sunnah adalah:
a. ๐Ÿถ๐Ÿ’‰Madu dan berbekam
๐Ÿ“„Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ุงู„ุดูู‘ููŽุงุกู ูููŠ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู: ุดูุฑู’ุจูŽุฉู ุนูŽุณูŽู„ูุŒ ูˆูŽุดูุฑู’ุทูŽุฉู ู…ูุญูŽุฌูู‘ู…ูุŒ ูˆูŽูƒูŽูŠูŽู‘ุฉู ู†ูŽุงุฑูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ูƒูŽูŠูู‘ โ€“ูˆูŽูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู: ูˆูŽู„ุงูŽ ุฃูุญูุจูู‘ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽูƒู’ุชูŽูˆููŠ
โ€œObat itu ada pada tiga hal: minum madu, goresan bekam, dan kay dengan api, namun aku melarang kay.โ€ (HR. Al-Bukhari)
๐Ÿ“„Dalam riwayat lain: โ€œAku tidak senang berobat dengan kay.โ€
b. โ–ชAl-Habbatus sauda` (jintan hitam)
๐Ÿ“„Dari Usamah bin Syarik radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ุงู„ู’ุญูŽุจูŽู‘ุฉู ุงู„ุณูŽู‘ูˆู’ุฏูŽุงุกู ุดูููŽุงุกูŒ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุฏูŽุงุกู ุฅูู„ุงูŽ ุงู„ุณูŽู‘ุงู…ูŽ
โ€œAl-Habbatus Sauda` (jintan hitam) adalah obat untuk segala penyakit, kecuali kematian.โ€ (HR. Ath-Thabarani. Dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah bahwa sanadnya hasan, dan hadits ini punya banyak syawahid/pendukung)
c. ๐ŸŒดKurma โ€˜ajwah
Dari Aisyah radhiyallahu anha, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam:
ูููŠ ุนูŽุฌู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ููŠูŽุฉู ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑูŽุฉู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุฑููŠู’ู‚ู ุงู„ู†ูŽู‘ููŽุณู ุดูููŽุงุกูŒ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุณูุญู’ุฑู ุฃูŽูˆู’ ุณูู…ูู‘
โ€œPada kurma โ€˜ajwah โ€˜Aliyah yang dimakan pada awal pagi (sebelum makan yang lain) adalah obat bagi semua sihir atau racun.โ€ (HR. Ahmad. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah menyatakan hadits ini sanadnya jayyid (bagus). Lihat Ash-Shahihah no. 2000)
d. ๐Ÿ“–Ruqyah
Yaitu membacakan surat atau ayat-ayat Al-Qurโ€™an atau doa-doa yang tidak mengandung kesyirikan, kepada orang yang sakit. Bisa dilakukan sendiri maupun oleh orang lain.
๐Ÿ“„Allah subhanahu wataโ€™ala berfirman:
โ€œDan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.โ€ (Al-Isra`: 82)
๐Ÿ“„Asy-Syaikh As-Saโ€™di rahimahullah dalam tafsirnya berkata: โ€œAl-Qur`an itu mengandung syifa` (obat) dan rahmat. Namun kandungan tersebut tidak berlaku untuk setiap orang, hanya bagi orang yang beriman dengannya, yang membenarkan ayat-ayat-Nya, dan mengilmuinya.
๐Ÿ‘‰Adapun orang-orang yang zalim, yang tidak membenarkannya atau tidak beramal dengannya, maka Al-Qur`an tidak akan menambahkan kepada mereka kecuali kerugian. Dan dengan Al-Qur`an berarti telah tegak hujjah atas mereka.โ€
๐Ÿ’ŠObat (syifa`) yang terkandung dalam Al-Qur`an bersifat umum. Bagi hati/ jiwa, Al-Qur`an adalah obat dari penyakit syubhat, kejahilan, pemikiran yang rusak, penyimpangan, dan niat yang jelek. Sedangkan bagi jasmani, dia merupakan obat dari berbagai sakit dan penyakit.
๐Ÿ“„Dari Abu Abdillah Utsman bin Abil โ€˜Ash radhiyallahu anhu:
ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุดูŽูƒูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู n ูˆูŽุฌูŽุนู‹ุง ูŠูŽุฌูุฏู ูููŠ ุฌูŽุณูŽุฏูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู n: ุถูŽุนู’ ูŠูŽุฏูŽูƒูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูŽุฃู’ู„ูŽู…ู ู…ูู†ู’ ุฌูŽุณูŽุฏููƒูŽ ูˆูŽู‚ูู„ู’: ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู -ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง-ุ› ูˆูŽู‚ูู„ู’ ุณูŽุจู’ุนูŽ ู…ูŽุฑูŽู‘ุงุชู: ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุนูุฒูŽู‘ุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู‚ูุฏู’ุฑูŽุชูู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ู…ูŽุง ุฃูŽุฌูุฏู ูˆูŽุฃูุญูŽุงุฐูุฑู
Dia mengadukan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang rasa sakit yang ada pada dirinya. Rasulullah shallallahu alaihi wasalla berkata kepadanya: โ€œLetakkanlah tanganmu di atas tempat yang sakit dari tubuhmu, lalu bacalah: ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู (tiga kali), kemudian bacalah tujuh kali:
ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุนูุฒูŽู‘ุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู‚ูุฏู’ุฑูŽุชูู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ู…ูŽุง ุฃูŽุฌูุฏู ูˆูŽุฃูุญูŽุงุฐูุฑู
โ€˜Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya, dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkanโ€™.โ€ (HR. Muslim)
๐Ÿ“„Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam menjenguk sebagian keluarganya (yang sakit) lalu beliau mengusap dengan tangan kanannya sambil membaca:
ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฑูŽุจูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฃูŽุฐู’ู‡ูุจู ุงู„ู’ุจูŽุฃู’ุณูŽุŒ ุงุดู’ููุŒ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุงูููŠ ู„ุงูŽ ุดูููŽุงุกูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุดูููŽุงุกููƒูŽุŒ ุดูููŽุงุกู‹ ู„ุงูŽ ูŠูุบูŽุงุฏูุฑู ุณูŽู‚ูŽู…ู‹ุง
โ€œYa Allah, Rabb seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkau adalah Dzat yang Maha Menyembuhkan. (Maka) tidak ada obat (yang menyembuhkan) kecuali obatmu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.โ€ (Muttafaqun โ€˜alaih)
๐Ÿ’‰Atau berobat dengan cara-cara yang mubah, misalkan berobat ke dokter atau orang lain yang memiliki keahlian dalam pengobatan seperti ramuan, refleksi, akupunktur, dan sebagainya.
โŒAdapun berobat kepada tukang sihir atau dukun, atau dengan cara-cara perdukunan semacam mantera yang mengandung unsur syirik, atau rajah-rajah yang tidak diketahui maknanya, maka haram hukumnya, dan bisa menyebabkan seseorang keluar (murtad) dari Islam.
๐Ÿ“„Dari Muโ€™awiyah ibnul Hakam radhiyallahu anhu, dia berkata: Aku berkata:
ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุญูŽุฏููŠุซู ุนูŽู‡ู’ุฏู ุจูุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠูŽู‘ุฉู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุจูุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ูˆูŽู…ูู†ูŽู‘ุง ุฑูุฌูŽุงู„ู‹ุง ูŠูŽุฃู’ุชููˆู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูู‡ูŽู‘ุงู†ูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽู„ุงูŽ ุชูŽุฃู’ุชูู‡ูู…ู’
โ€œWahai Rasulullah, aku baru saja meninggalkan masa jahiliah. Dan sungguh Allah telah mendatangkan Islam. Di antara kami ada orang-orang yang mendatangi para dukun.โ€ Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: โ€œJanganlah engkau mendatangi mereka (para dukun).โ€ (HR. Muslim)
Dari Shafiyyah bintu Abi โ€˜Ubaid, dari sebagian istri Nabi shallallahu alaihi wasallam, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุชูŽู‰ ุนูŽุฑูŽู‘ุงูู‹ุง ููŽุณูŽุฃูŽู„ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุตูŽุฏูŽู‘ู‚ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ุชูู‚ู’ุจูŽู„ู’ ู„ูŽู‡ู ุตูŽู„ุงูŽุฉูŒ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง
โ€œBarangsiapa mendatangi peramal, kemudian dia bertanya kepadanya tentang sesuatu lalu dia membenarkannya, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari.โ€ (HR. Muslim)

3โƒฃ Bila sakitnya bertambah parah atau tidak kunjung sembuh, tidak diperbolehkan mengharapkan kematian.
๐Ÿ“„Dari Anas radhiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda:
ู„ุงูŽ ูŠูŽุชูŽู…ูŽู†ูŽู‘ูŠูŽู†ูŽู‘ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูŽ ู„ูุถูุฑูู‘ ุฃูŽุตูŽุงุจูŽู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ุงูŽ ุจูุฏูŽู‘ ููŽุงุนูู„ู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’: ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุญู’ูŠูู†ููŠ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู„ููŠ ูˆูŽุชูŽูˆูŽููŽู‘ู†ููŠ ุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ู’ูˆูŽููŽุงุฉู ุฎูŽูŠู’ุฑุงู‹ ู„ููŠ
โ€œJanganlah salah seorang kalian mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya. Apabila memang harus melakukannya, maka hendaknya dia berdoa:
ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุญู’ูŠูู†ููŠ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู„ููŠ ูˆูŽุชูŽูˆูŽููŽู‘ู†ููŠ ุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ู’ูˆูŽููŽุงุฉู ุฎูŽูŠู’ุฑุงู‹ ู„ููŠ
โ€˜Ya Allah, hidupkanlah aku bila kehidupan itu adalah kebaikan bagiku dan wafatkanlah aku bila kematian itu adalah kebaikan bagikuโ€™.โ€ (Muttafaqun โ€˜alaih)

4โƒฃ Apabila dirinya mempunyai kewajiban (seperti hutang, pinjaman, dll), atau amanah yang belum dia tunaikan, atau kezaliman terhadap hak orang lain yang dia lakukan, hendaknya dia bersegera menyelesaikannya dengan yang bersangkutan, bila memungkinkan.
โœ‹Bila tidak memungkinkan, karena jauh tempatnya, atau belum ada kemampuan, atau sebab lainnya, hendaknya dia berwasiat (kepada ahli warisnya) dalam perkara tersebut. ๐Ÿ“„Allah subhanahu wa taโ€™ala berfirman:
โ€œDan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.โ€ (Al-Mu`minun: 8)
๐Ÿ“„Dari Abu Huraiah radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alihi wasallam, beliau bersabda:
ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ู…ูŽุธู’ู„ูŽู…ูŽุฉูŒ ู„ูุฃูŽุฎููŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุนูุฑู’ุถูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุญูŽู„ูŽู‘ู„ู’ู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุฏููŠู’ู†ูŽุงุฑูŒ ูˆูŽุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูŒุŒ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุนูŽู…ูŽู„ูŒ ุตูŽุงู„ูุญูŒ ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุจูู‚ูŽุฏู’ุฑู ู…ูŽุธู’ู„ูŽู…ูŽุชูู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูŒ ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชู ุตูŽุงุญูุจูู‡ู ููŽุญูู…ูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู
โ€œBarangsiapa berbuat kezaliman terhadap saudaranya, baik pada harga dirinya atau sesuatu yang lain, hendaknya dia minta agar saudaranya itu menghalalkannya (memaafkannya) pada hari ini, sebelum (datangnya hari) yang tidak ada dinar maupun dirham. Apabila dia memiliki amal shalih, akan diambil darinya sesuai kadar kezalimannya (lalu diberikan kepada yang dizaliminya). Apabila dia tidak memiliki kebaikan-kebaikan, akan diambil dari kejelekan orang yang dizalimi lalu dipikulkan kepadanya.โ€ (HR. Al-Bukhari)
Dari Jabir radhiyallahu anhu, dia berkata:
ู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุญูŽุถูŽุฑูŽ ุฃูุญูุฏูŒ ุฏูŽุนูŽุงู†ููŠ ุฃูŽุจููŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ู…ุงูŽ ุฃูุฑูŽุงู†ููŠ ุฅูู„ุงูŽู‘ ู…ูŽู‚ู’ุชููˆู„ุงู‹ ูููŠ ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุชูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ n ูˆูŽุฅูู†ูู‘ูŠ ู„ุงูŽ ุฃูŽุชู’ุฑููƒู ุจูŽุนู’ุฏููŠ ุฃูŽุนูŽุฒูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ู…ูู†ู’ูƒูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู†ูŽูู’ุณู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู n ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ุฏูŽูŠู’ู†ู‹ุง ููŽุงู‚ู’ุถู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽูˆู’ุตู ุจูุฅูุฎู’ูˆูŽุชููƒูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง. ููŽุฃูŽุตู’ุจูŽุญู’ู†ูŽุง ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ูŽ ู‚ูŽุชููŠู„ู
โ€œSebelum terjadi perang Uhud, ayahku memanggilku pada malam harinya. Dia berkata: โ€˜Tidak aku kira kecuali aku akan terbunuh pada golongan yang pertama terbunuh di antara para sahabat Rasulullah alaihi shallatu wa sallam. Dan sesungguhnya aku tidak meninggalkan setelahku orang yang lebih mulia darimu, kecuali Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sesungguhnya aku mempunyai hutang maka tunaikanlah. Nasihatilah saudara-saudaramu dengan baik.โ€™ Tatkala masuk pagi hari, dia termasuk orang yang pertama terbunuh.โ€ (HR. Al-Bukhari)

5โƒฃ Disyariatkan segera menulis wasiat dengan saksi dua orang lelaki muslim yang adil. Bila tidak didapatkan karena safar, boleh dengan saksi dua orang ahli kitab yang adil.
๐Ÿ“„Allah subhanahu wa taโ€™ala berfirman:
โ€œHai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu, jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian.โ€ (Al-Ma`idah: 106)
๐Ÿ“„Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau berkata:
ู…ูŽุง ุญูŽู‚ูŽู‘ ุงู…ู’ุฑูุคูŒ ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ ูŠูŽุจููŠู’ุชู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุดูŽูŠู’ุกูŒ ูŠูุฑููŠุฏู ุฃูŽู†ู’ ูŠููˆุตููŠูŽ ูููŠู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ูˆูŽูˆูŽุตูŽู‘ูŠู’ุชูู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู. ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ c: ู…ูŽุง ู…ูŽุฑูŽู‘ุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ุฐู ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู n ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ูˆูŽุนูู†ู’ุฏููŠ ูˆูŽุตููŠูŽู‘ุชููŠ
โ€œTidak berhak seorang muslim melalui dua malam dalam keadaan dia memiliki sesuatu yang ingin dia wasiatkan kecuali wasiatnya berada di sisinya.โ€
๐Ÿ“„Dan Ibnu Umar radhiyallahu anhu berkata: โ€œTidaklah berlalu atasku satu malam pun semenjak aku mendengar Rasulullah alaihi shallatu wa sallam berkata demikian, kecuali di sisiku ada wasiatku.โ€ (Muttafaqun โ€˜alaih)
๐Ÿ“„Ibnu Abdil Bar rahimahullah berkata (At-Tamhid, 14/292): โ€œPara ulama bersepakat bahwa wasiat itu bukan wajib, kecuali bagi orang yang memiliki tanggungan-tanggungan yang tanpa bukti, atau dia memiliki amanah yang tanpa saksi. Apabila demikian, dia wajib berwasiat. Tidak boleh dia melalui dua malam pun kecuali sungguh telah mempersaksikan hal itu.
๐Ÿ”ขDiperbolehkan baginya mewasiatkan sebagian harta yang ditinggalkan, maksimal sepertiganya. Tidak boleh lebih dari itu.
๐Ÿ“„Bahkan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata: โ€œAku senang bahwa orang mengurangi dari jumlah 1/3 menjadi ยผ dalam hal wasiat. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: โ€˜Sepertiga itu banyakโ€™.โ€ (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Muslim dan Al-Baihaqi)
โ›”Wasiat tersebut tidak boleh untuk ahli waris yang berhak mendapatkan warisan, kecuali dengan kerelaan dari seluruh ahli waris lainnya.
๐Ÿ“„Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุนู’ุทูŽู‰ ูƒูู„ูŽู‘ ุฐููŠ ุญูŽู‚ูู‘ ุญูŽู‚ูŽู‘ู‡ู ููŽู„ุงูŽ ูˆูŽุตููŠูŽู‘ุฉูŽ ู„ููˆูŽุงุฑูุซู
โ€œSesungguhnya Allah telah memberi setiap yang memiliki hak akan haknya, maka tidak ada wasiat untuk ahli waris.โ€ (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa`)
๐Ÿ“„Ibnu Mundzir rahimahullah berkata (Al-Ijmaโ€™ hal. 100): โ€œPara ulama sepakat bahwa tidak ada wasiat untuk ahli waris kecuali para ahli waris (yang lain) memperbolehkannya.โ€
๐Ÿ“„Ibnu Katsir rahimahullah berkata (Tafsir Al-Qur`anil โ€˜Azhim, 1/471): โ€œKetika wasiat itu adalah rekayasa dan jalan untuk memberi tambahan kepada sebagian ahli waris, serta mengurangi dari sebagian mereka, maka wasiat itu haram hukumnya, berdasarkan ijmaโ€™ dan dengan Al-Qur`an:
โ€œ(Wasiat itu) tidak memberi mudarat (kepada sebagian pihak). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.โ€ (Al-Ma`idah: 12)
๐Ÿ”€Adapun wasiat yang bertentangan dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah, maka wasiat tersebut batil dan tidak boleh dilaksanakan.
๐Ÿ“„Dari Aisyah radhiyallahu anha, dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุฏูŽุซูŽ ูููŠ ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฏูŒู‘
โ€œBarangsiapa yang mengada-adakan perkara baru pada urusan (agama) ku ini apa yang tidak berasal darinya, maka hal itu tertolak.โ€ (Muttafaqun โ€˜alaih)

MANAKAH YANG LEBIH UTAMA HIDUP DI MAKKAH ATAU DI MADINAH ?

MANAKAH YANG LEBIH UTAMA HIDUP DI MAKKAH ATAU DI MADINAH ?

๐ŸŒ„๐ŸŒ„๐ŸŒ„๐ŸŒ„๐ŸŒ„
MANAKAH YANG LEBIH UTAMA HIDUP DI MAKKAH ATAU DI MADINAH ?!?
dijawab oleh Asy-Syaikh Al Imam Al Jarh wat Taโ€™dil Al Muhaddits Robiโ€™ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah.
โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”-
Pertanyaan :
Manakah diantara keduanya yang lebih afdhal/utama hidup (tinggal/menetap) di Makkah atau di Madinah ?!?
Jawab :
Hidup (tinggal/menetap) di Makkah itu lebih utama, adapun wafat (meninggal) di Madinah itu lebih utama
Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
โ€œBarangsiapa yang bersabar atas cobaan dan kesusahan hidup di Madinah maka aku akan memberikan syafaatku dan aku menjadi saksi baginya di hari kiamatโ€ยน
Ini diantara kelebihan Madinah, Al Mafdhul (yang keutamaannya lebih rendah) terkadang memiliki kelebihan dan kekhususan yang tidak didapatkan pada perkara yang Al Fadhil (yang keutamannya lebih tinggi).
Maka Makkah mempunyai banyak keutamaan dan Madinah juga mempunyai keutamaan yang banyak.
Diantara (keutamaan) di Makkah yaitu shalat di masjidnya (Masjidil Haram) memiliki seratus ribu shalat dan shalat di Masjid Nabi (Madinah) memiliki keutamaan seribu shalatยฒ, dan shalat di Baitul Maqdis (Masjid Al Aqsha) memiliki keutamaan 500 shalatยณ.
dan terdapat beberapa keutamaan (yang lain) di Madinah yang keberkahan didalamnya berlipat ganda, seperti keberkahan pada makanannya, pada kurmanya, (dan lainnya) lebih banyak dan berlipat ganda dibanding Makkah, karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mendoakan padanya (Madinah) keberkahan sebagaimana Ibrahim alaihis shalatu was salam mendoakan (Makkah) dengan (kebaikan) yang berlipat gandaโด.
Maka Makkah mempunyai keutamaan, padanya ada shalat seratus ribu, padanya ada Masjid Kaโ€™bah, padanya ada syiar-syiar ibadah Haji, dan kehormatannya sangat (besar), dan tidak berbeda dalam pengharaman membunuh binatang buruan dan menebang pohon di Makkah,
berbeda dengan Madinah, walaupun hadits-hadits yang tsabit/ada bahwasanya tidak boleh untuk menebang pohonnya dan tidak boleh memburu hewan buruannya, sampai-sampai Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata :
((ู„ูŽูˆู’ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุงู„ุธู‘ูุจูŽุงุกูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ุชูŽุฑู’ุชูŽุนู ู…ูŽุง ุฐูŽุนูŽุฑู’ุชูู‡ูŽุง))
โ€œSeandainya aku melihat seekor kijang sedang digembalakan di Madinah ini tentu aku tidak akan membuatnya terkejut (mengganggunya)โ€5
โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€“
Catatan kaki :
1. Potongan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Al Hajj hadits 1363
2. dikeluarkan oleh Ahmad 3/343 & 397 dan Ibnu Majah hadits No. 1406 dari Jabir radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
((ุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ูููŠ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏููŠ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ูููŠู…ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ูŽ ูˆูŽุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ู…ูุงุฆูŽุฉู ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ูููŠู…ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ู)).
โ€ Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.โ€
Dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Al Irwaโ€™ 4/136
3. Diriwayatkan oleh At-Thahawiy dalam Musykilul Atsar 609, Al Bazzar dalam Musnad 4143, Al Baihaqi dalam Syuโ€™abul Iman 3854 dari Abu Ad-Dardaโ€™ radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
ููŽุถู’ู„ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู : ู…ูุฆูŽุฉู ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽูููŠ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏููŠ : ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽูููŠ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุจูŽูŠู’ุชู ุงู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุฏูุณู : ุฎูŽู…ู’ุณู ู…ูุฆูŽุฉู ุตูŽู„ุงูŽุฉู
Keutamaan shalat di Masjidil Haram di bandingkan dengan masjid lainnya seratus ribu kali lipat shalat, dan di masjidku (Masjid Nabawi Madinah) seribu kali lipat shalat, dan Masjid Baitul Maqdis (Masjid Al Aqsha) lima ratus kali shalat di tempat lain.
4. Riwayat Al Bukhari dalam Fadhaโ€™ilul Madinah hadits 1873 dan Muslim dalam Al Hajj hadits 1369 dari Anas radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
:((ุงู„ู„ู‡ู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ุถูุนู’ููŽูŠู’ ู…ูŽุง ุฌูŽุนูŽู„ู’ุชูŽ ุจูู…ูŽูƒู‘ูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉู)).
โ€œYa Allah, jadikanlah berkah pada Madinah dua kali lipat dari berkah yang Engkau berikan pada Makkahโ€.
5. Riwayat Al Bukhari dalam Fadhaโ€™ilul Madinah hadits 1873 dan Muslim dalam Al Hajj hadits 1372
Sumber : Kitab Adz-Dzariโ€™ah ila Bayan Al Maqhasid Asy-Syariโ€™ah Jilid 3 halaman 382 & 383 oleh Al โ€˜Allamah Al Mujahid Al Imam Rabiโ€™ bin Hadiy hafizhahullah wa roโ€™ah dan semoga Allah memanjangkan umurnya dalam ketaatan pada-Nya.
ุณุฆู„ ุฅู…ุงู… ุฃู‡ู„ ุงู„ุณู†ุฉ ุญุงู…ู„ ู„ูˆุงุก ุงู„ุฌุฑุญ ูˆุงู„ุชุนุฏูŠู„ ุจุญู‚ ูˆุฅู† ุฑุบู…ุช ุฃู†ูˆู ุงู„ุนู„ุงู…ุฉ ุฑุจูŠุน ุจู† ู‡ุงุฏูŠ ุงู„ู…ุฏุฎู„ูŠ ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ :
ุฃูŠู‡ู…ุง ุฃูุถู„ ุงู„ุนูŠุด ููŠ ู…ูƒุฉ ุฃู… ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ุŸ
ูุฃุฌุงุจ ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฑุนุงู‡ : ุงู„ุนูŠุด ููŠ ู…ูƒุฉ ุฃูุถู„ ูˆุงู„ู…ูˆุช ููŠ ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ุฃูุถู„ุŒ ู„ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠู‚ูˆู„ ุนู…ู† ู…ุงุช ููŠ ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ (( ู…ูŽู†ู’ ุตูŽุจูŽุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู„ูŽุฃู’ูˆูŽุงุฆูู‡ูŽุง ูˆูŽุดูุฏู‘ูŽุชูู‡ูŽุงุŒ ูƒูู†ู’ุชู ู„ูŽู‡ู ุดูŽู‡ููŠุฏู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุดูŽูููŠุนู‹ุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูยป ูŠูŽุนู’ู†ููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูŽ )) (1)
ู‡ุฐู‡ ู…ู† ู…ุฒุงูŠุง ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉุŒ ูˆุงู„ู…ูุถูˆู„ ู‚ุฏ ุชูƒูˆู† ููŠู‡ ู…ุฒุงูŠุง ูˆุฎุตุงุฆุต ู„ุง ุชูˆุฌุฏ ููŠ ุงู„ูุงุถู„ุŒ ูู…ูƒุฉ ู„ู‡ุง ูุถุงุฆู„ ูˆุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ู„ู‡ุง ูุถุงุฆู„ุŒ ูˆููŠ ุงู„ุฌู…ู„ุฉ ู…ูƒุฉ ุฃูุถู„ ุงู„ุตู„ุงุฉ ููŠ ู…ุณุฌุฏู‡ุง ุจู…ุงุฆุฉ ุฃู„ู ุตู„ุงุฉุŒ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ููŠ ู…ุณุฌุฏ ุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุจุฃู„ู ุตู„ุงุฉ(2)ุŒ ูˆููŠ ุจูŠุช ุงู„ู…ู‚ุฏุณ ุจุฎู…ุณู…ุงุฆุฉ(3)ุŒ ูˆูŠูˆุฌุฏ ู…ุซู„ ู‡ุฐู‡ ุงู„ูุถูŠู„ุฉ ููŠ ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉุŒ ูุงู„ุจุฑูƒุฉ ููŠู‡ุง ุงู„ู…ุถุงุนูุฉุŒ ุงู„ุจุฑูƒุฉ ููŠ ุงู„ุทุนุงู… ููŠ ุงู„ุชู…ุฑ ููŠ ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ู…ุถุงุนูุฉ ุนู„ู‰ ู…ูƒุฉุ› ู„ุฃู† ุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฏุนุง ู„ู‡ุง ุจุงู„ุจุฑูƒุฉ ุจู…ุซู„ ู…ุง ุฏุนุง ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ูˆุถุนูู‡(4)ุŒ ูู…ูƒุฉ ููŠู‡ุง ุงู„ุตู„ุงุฉ ุจู…ุงุฆุฉ ุฃู„ูุŒ ูˆููŠู‡ุง ู…ุณุฌุฏ ุงู„ูƒุนุจุฉุŒ ูˆููŠู‡ุง ู…ุดุงุนุฑ ุงู„ุญุฌุŒ ูˆุญุฑู…ุชู‡ุง ุฃุดุฏุŒ ู„ู… ูŠุฎุชู„ููˆุง ููŠ ุญุฑู…ุฉ ู‚ุชู„ ุงู„ุตูŠุฏ ูˆููŠ ู‚ุทุน ุงู„ุดุฌุฑ ููŠ ู…ูƒุฉุŒ ูˆุงุฎุชู„ููˆุง ููŠู‡ ููŠ ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉุŒ ูˆุฅู† ูƒุงู†ุช ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ุซุงุจุชุฉ ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุฃู† ูŠู‚ุทุน ุดุฌุฑู‡ุงุŒ ูˆู„ุง ูŠุตุงุฏ ุตูŠุฏู‡ุงุŒ ุญุชู‰ ุฃู† ุฃุจุง ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ูŠู‚ูˆู„ :((ู„ูŽูˆู’ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุงู„ุธู‘ูุจูŽุงุกูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ุชูŽุฑู’ุชูŽุนู ู…ูŽุง ุฐูŽุนูŽุฑู’ุชูู‡ูŽุง))(5)
ุงู„ุญุงุดูŠุฉ
(1) ู‚ุทุนุฉ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… ููŠ ((ุงู„ุญุฌ)) ุญุฏูŠุซ [1363]
(2) ุฃุฎุฑุฌ ุฃุญู…ุฏ (343/3ูˆ397)ุŒ ูˆุงุจู† ู…ุงุฌู‡ ููŠ ((ุฅู‚ุงู…ุฉ ุงู„ุตู„ุงุฉ))ุญุฏูŠุซ [1406] ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฌุงุจุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡. ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ : ((ุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ูููŠ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏููŠ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ูููŠู…ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ูŽ ูˆูŽุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ู…ูุงุฆูŽุฉู ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ูููŠู…ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ู)).
ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุจูˆุตูŠุฑูŠ ููŠ ((ู…ุตุจุงุญ ุงู„ุฒุฌุงุฌุฉ))(13/2)ุŒ ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุญุงูุธ ููŠ ((ุงู„ูุชุญ)) (81/3):((ุฑุฌุงู„ ุฅุณู†ุงุฏู‡ ุซู‚ุงุช)). ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุฃู„ุฃุจุงู†ูŠ ููŠ ((ุงู„ุฅุฑูˆุงุก))(136/4).
(3) ุฑูˆู‰ ุงู„ุทุญุงูˆูŠ ููŠ (( ู…ุดูƒู„ ุงู„ุขุซุงุฑ)) [609]ุŒ ูˆุงู„ุจุฒุงุฑ ููŠ ((ู…ุณู†ุฏู‡))[4142]ุŒ ูˆุงู„ุจูŠู‡ู‚ูŠ ููŠ ((ุดุนุจ ุงู„ุฅูŠู…ุงู†))(3854-ุงู„ุฑุดุฏ)ุนู† ุฃุจูŠ ุงู„ุฏุฑุฏุงุก ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ : ((ููŽุถู’ู„ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ู…ูุงุฆูŽุฉู ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽูููŠ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏููŠ ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุจูŽูŠู’ุชู ุงู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุฏูุณู ุฎูŽู…ู’ุณู ู…ูุงุฆูŽุฉู ุตูŽู„ูŽุงุฉู)).
(4)ุฑูˆู‰ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ููŠ ((ูุถุงุฆู„ ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ))ุญุฏูŠุซ[1885]ุŒ ูˆู…ุณู„ู… ููŠ ((ุงู„ุญุฌ)) ุญุฏูŠุซ[1369]ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุŒ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ:((ุงู„ู„ู‡ู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ุถูุนู’ููŽูŠู’ ู…ูŽุง ุฌูŽุนูŽู„ู’ุชูŽ ุจูู…ูŽูƒู‘ูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉู)).
(5)ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ููŠ ((ูุถุงุฆู„ ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ)) ุญุฏูŠุซ[1873]ุŒ ูˆู…ุณู„ู… ููŠ((ุงู„ุญุฌ))ุญุฏูŠุซ[1372].
ุงู„ู…ุตุฏุฑ : ูƒุชุงุจ ุงู„ุฐุฑูŠุนุฉ ุฅู„ู‰ ุจูŠุงู† ู…ู‚ุงุตุฏ ุงู„ุดุฑูŠุนุฉ (ุฌ3/ุต382ูˆ383)
ู„ู„ุนู„ุงู…ุฉ ุงู„ู…ุฌุงู‡ุฏ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฑุจูŠุน ุจู† ู‡ุงุฏูŠ ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฑุนุงู‡ ูˆุฃุทุงู„ ููŠ ุนู…ุฑู‡ ุนู„ู‰ ุทุงุนุชู‡
Sumber Nukilan :
โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”-
Tambahan Fawaid :
๐Ÿ‘‰Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin โ€˜Umar radhiyalllahu anhuma Rasulullah bersabda :
ู…ู† ุงุณุชุทุงุน ุฃู† ูŠู…ูˆุช ุจุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ูู„ูŠู…ุช ุจู‡ุง ุŒ ูุฅู†ูŠ ุฃุดูุน ู„ู…ู† ูŠู…ูˆุช ุจู‡ุง
โ€œBarangsiapa di antara kalian yang mampu meninggal di Madinah, hendaklah dia berusaha meninggal disana, karena sesungguhnya syafaโ€™atku bagi siapa yang meninggal di sanaโ€.
๐Ÿ“’Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Jamiโ€™ No. 6015
๐Ÿ‘‰Rasulullah -Shallallahu โ€˜Alaihi Wasallam- bersabda :
ุฅู† ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุญุฑู‘ู… ู…ูƒุฉ ุŒ ูˆุฏุนุง ู„ู‡ุง ุŒ ูˆุฅู†ูŠ ุญุฑู…ุช ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ูƒู…ุง ุญุฑู‘ู… ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ู…ูƒุฉ ุŒ ูˆุฏุนูˆุช ู„ู‡ุง ููŠ ู…ุฏู‡ุง ูˆุตุงุนู‡ุง ู…ุซู„ ู…ุง ุฏุนุง ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ู„ู…ูƒุฉ
โ€œSesungguhnya Ibrahim telah mengharam/mensucikan Makkah dan berdoa untuknya, dan sekarang aku haram/sucikan Madinah sebagaimana Ibrahim telah mengharam/mensucikan Makkah, dan aku berdoโ€™a untuknya di mud-nya dan shaโ€™-nya sebagaimana Ibrahim berdoa untuk Makkahโ€.
๐Ÿ“’Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari No. 2129 dari Sahabat Abdullah bin Zaid radhiyallahu anhuma
๐Ÿ‘‰Rasulullah -Shallallahu โ€˜Alaihi Wasallam- bersabda tentang keutamaan dan keberkahan makanan dan kurma di Madinah :
ู…ู† ุฃูƒู„ ุณุจุน ุชู…ุฑุงุช ู…ู…ุง ุจูŠู† ู„ุงุจุชูŠู‡ุง ุญูŠู† ูŠุตุจุญ ู„ู… ูŠุถุฑู‡ ุณู… ุญุชู‰ ูŠู…ุณูŠ
โ€ Barang siapa yang memakan 7 buah kurma diantara (Kurma yang tumbuh di Madinah) pada waktu pagi, maka ia tidak akan mendapatkan bahaya dari racun hingga waktu petangโ€.
๐Ÿ“’diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya No. 2047 dari Sahabat Saโ€™ad bin Abi Waqqash
๐Ÿ‘‰Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
ุฅู† ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ู„ูŠุฃุฑุฒ ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ูƒู…ุง ุชุฃุฑุฒ ุงู„ุญูŠุฉ ุฅู„ู‰ ุฌุญุฑู‡ุง
โ€œSesungguhnya keimanan akan kembali ke Madinah seperti kembalinya seekor ular ke dalam lubangnyaโ€.
๐Ÿ“’Riwayat Imam Bukhari dalam Shahih-nya dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu
๐Ÿ“ูƒุชุจู‡ :
ุฃุฎูˆูƒู… ุฃุจูˆ ุจู„ุงู„ ุงู„ู…ูƒุณุฑูŠ ุนูุง ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ูˆ ุนู† ูˆุงู„ุฏูŠู‡
๐Ÿ“š SAS (Salafy Makassar)
๐Ÿ“š TIS (Thalab Ilmu Syarโ€™i)
๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”ป๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”ป๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”ป